[FF One Shoot] My Student Teacher


my

Tittle : My Student Teacher

Author : Mytime
Cast       : Cho Kyuhyun
Lee San Hee

Gendre : Romance, School Life

 


FF ini sebenarnya sudah lama aku buat, aku terinspirasi dari Music Video NC.A yang berjudul sama dengan FF ini “My Student Teacher”, maaf ya kalo FFnya jelek, tapi aku berharap kalian tetep suka 🙂


Sorry for typo….!!! Enjoy and Happy Reading


“Ahhh Tidak Tidak Tidakkkkkkkk” Brukkkk pintu pagar sekolah berhasil ditutup rapat oleh satpam, lagi-lagi gadis bernama Lee San Hee ini terlambat datang ke sekolah, padahal ia sudah berlari mati-matian hingga kantung oksigen yang ia miliki mulai mengempes dan membuat nafasnya terengah.

“Ajushi tolong buka pagarnya, aku hanya telat beberapa menit saja”

San Hee mencoba merayu satpam agar mau membukakan pintu pagar untuknya namun apadaya satpam itupun nampaknya sudah sangat bosan melihat gadis itu datang tidak pernah tepat waktu.
“beberapa menit? kau pikir 15 menit itu beberapa menit hah?” satpam berbadan tambun dengan sedikit kumis itu benar-benar tidak bisa mentolerin keterlambatan San Hee, dan lagi-lagi San Hee harus berurusan dengan guru piket.

“Angkat kedua tanganmu!” perintah sang guru piket pada San Hee, dengan wajah kesal San Hee menuruti perintah sang Guru dengan meniup poni yang menutupi keningnya San Hee berdecak kesal karena untuk kesekian kalinya ia berdiri diluar pintu kelasnya dengan mengangkat kedua tanganya ia harus melakukan itu hingga jam pelajaran pertama berakhir.

“Apa yang membuatmu selalu datang terlambat, apa kau tidak malu selalu dihukum seperti ini” guru Kim berkepala plontos ini memarahi San Hee, kira-kira lebih dari 3 kali dalam seminggu Guru Kim menghukum San Hee, guru mana yang tidak kesal jika ada murid sepertinya.

“Aku tidak tahu padahal aku selalu mencoba datang lebih pagi, tapi tetap saja aku datang terlambat”

“Aishh jika kau berani datang terlambat lagi, aku akan menyuruhmu mengepel lapang basket” ancam guru Kim membuat San Hee tercengang.


 

“Ahhh leganya” San Hee mendudukan dirinya dibangku dan menidurkan kepalanya diatas meja betapa leganya ia telah terbebas dari hukuman yang membuat lututnya bergetar, hampir selama 1 jam ia berdiri diluar kelas.

“Lee San Hee kali ini kenapa kau terlambat lagi?” Tanya Choi Yu Na teman sebangku Lee San Hee.

“Aku belajar hingga larut malam”

“Hahhh?” mulut Yu Na menganga sempurna

“Aku tidak yakin kau belajar hingga larut malam, mana PR Matematikamu apa sudah selesai?”

“Ahhhh” tiba-tiba San Hee bangkit dari tempat duduknya dan berteriak.

“Bagaimana ini, aku lupa dengan PRku”

“Bukankah semalam kau belajar hingga larut malam dan kau tidak mengerjakan PRmu, ya ampun kau tahu kan guru Matematika kita begitu menakutkan.”

“Semalam aku belajar Dance, ahhh bagaimana ini aku benar-benar sial hari ini apa setelah ini aku akan dihukum lagi”

Semua murid kini berhamburan dari kegiatanya setelah nampak seorang guru yang terkenal dengan keganasanya memasuki kawasan kelas mereka. Semuanya telah duduk dengan rapi saat guru itu masuk kedalam kelas ketua kelas berdiri dan memimpin untuk memberi hormat lalu diikuti oleh semua murid.

“Keluarkan buku kalian dan kumpulkan tugas kalian sekarang” perintahm guru Han pria paruh baya dengan wajah tegasya. San Hee mengangkat tangan kananya

“Ada apa?”

“Aku lupa tidak mengerjakan PRku” dengan nada sedikit berbisik San Hee menelah kata-katanya dengan hati-hati tapi begitu tajamnya pendengaran sang guru.

“Apa?” Guru Han marah pada San Hee dan menghampiri San Hee membuka buku yang ada dimejanya.

“Lagi-lagi kau tidak mengerjakan PRmu, dan mana catatan kemarin? Kemarin kau tidak mencatat hah?”

“Maaf, aku lupa mau pinjam catatan”

“Jangan banyak alasan, maju kedepan dan berdiri hingga pelajaranku selesai ” perintah guru Han, lalu dituruti oleh San Hee, sepertinya gadis itu memang sudah terbiasa dengan hukuman, bahkan teman-temannya sering mengingatkan San Hee untuk tidak membuat ulah lagi, gadis ini memang seperti anak laki-laki berbeda dengan teman-teman perempuaan yang selalu rajin dengan tugas-tugas mereka, tapi tunggu dulu San Hee juga gadis yang unggul dalam pelajaran Bahasa Inggris hanya saja dia sangat lemah dalam mata pelajaran matematika. Nilainya tak pernah melebihi nilai rata-rata.

 

Tinggg Tonggg suara bel istirahat telah berbunyi dan menghentikan hukuman San Hee.

“Lee San Hee” sebelum guru Han meninggalkan kelas ia berhenti untuk bicara pada San Hee.

“Iya Guru Han”

“Kau ini selalu unggul dalam Bahasa Inggris, tapi kenapa di pelajaranku kau Nol hah”

“Maaf kan aku Guru”

“Lain kali kerjakan tugasmu, dan kau punya PR, Jawab soal yang ada di dalam buku halaman 71”

“Baik Guru”

(Seminggu Kemudian)

Hari kamis ini tidak seperti hari kamis seminggu yang lalu San Hee datang lebih pagi bahkan sepanjang jalan menuju sekolahnya San Hee terus mencermati PR yang telah ia buat.

“Ahh apa PRku ini benar, jika semua jawabannya salah pasti si Tua menyebalkan itu akan mengomel, sudahlah aku tidak perduli” San Hee terus saja menggerutu sambil memlihat catatanya tanpa melihat jalanan hingga tak sengaja ia menabrak seseorang.

“Maaf, Maaf” San Hee membungkukan badannya 90 derajat dan meminta maaf berulang kali, tapi sesaat kemudian pandanganya terhenti pada paras seseorang yang ia tabrak tadi.

“Tidak apa-apa” jawab Pria Tampan bertubuh kekar nan tinggi berkulit putih pucat seperti Susu dan benar-benar tampan membuat mata Lee San Hee tak berkedip dibuatnya, bagaikan hari keberuntungan dipagi hari menemukan satu permata dalam tumukan bunga, apakah ini benar-benar hari keberuntunganya apakah ia jatuh cinta pada pandangan pertama.

Pria tampan itu meninggalkan San Hee yang masih tak sadarkan diri cukup lama ia memandangi Pria berkemeja biru muda itu hingga bayangan pria itu sudah cukup jauh dari pandanganya dan hampir menghilang, hingga membuat ia tersadar bahwa waktu sudah berputar kembali.

“Ahh~~~~” San Hee berteriak karena mungkin saja hari ini ia akan telat kesekolah lagi ia berlari mengejar waktu, terus berhenti hingga ia melihat pintu pagar sudah diraih oleh tangan satpam dan akan ditutup untunglah gadis itu bisa masuk pada detik-detik terakhir pintu pagar akan tertutup rapat.

“Terimakasih Pak” dengan senyuman yang mengembang dipipinya ia berterimakasih pada Satpam membuat satpam itu sedikit bingung ada apa dengan gadis itu mungkin itu yang dipikirkan oleh siapa saja yang melihat tingkah San Hee hari ini, karena bukan itu saja Selama perjalanan masuk kekelasnya San Hee terus saja tersenyum sendirian seperti orang gila tapi yang ada dipkiran gadis itu ia teringat wajah tampan orang yang ia temui pagi ini, mungkin ini benar-benar cinta pada pandangan pertama, bahkan gadis itu tidak bicara banyak dengan pria itu tak tahu siapa namanya tapi San Hee sepertinya memang telah jatuh cinta.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Tanya Choi Yu Na melihat tingkah teman sebangkunya ini.

“Tidak” jawab San Hee Singkat

“Tidak mungkin kau pasti sedang bahagia, ada apa ceritakan padaku?”

“Tidak, hanya hari ini aku datang tepat waktu saja dan aku sudah mengerjakan PR Matematikaku jadi aku tidak akan dihukum lagi”

“Pasti bukan Itu”

“Ah sudahlah….”

Setelah bel pelajaran kedua berbunyi semua orang duduk dengan rapi, menantikan seorang guru yang menurut mereka sangat menakutkan, apa lagi untuk San Hee pasti ini merupakan hal yang tidak pernah ia inginkan sejak kejadian minggu lalu, meskipun San Hee g telah mengerjakan PRnya, tapi apa kau tahu guru yang ini memang jelas-jelas menakutkan meskipun kau telah megerjakan PRmu, tapi jika PR itu mendapatkan nilai yang buruk tentu saja akan membuatmu dihukum oleh karenanya. Perlahan-lahan pintu kelas terbuka degan pandangan hati-hati semua anak memperhatikanya, terlihat jelas itu semua di wajah San Hee.

“Kau bilang kau sudah mengerjakan PRmu?” Bisik Yu Na dengan suara yang sangat pelan.

“Tetap saja aku takut karena aku mengerjakanya asal-asalan” balas bisiknya.

 

Yu Na melongo tak habis pikir bagaimana San Hee pagi tadi terlihat senang bahkan ia tersenyum sendiri dan mengatakan bahwa yang membuat ia tersenyum adalah karena ia sudah mengerjakan tugasnya dan tidak mungkin dihukum oleh gurunya, bagaimana San Hee ini, tapi tunggu dulu siapa itu yang masuk ke kelas bukan guru tua yang mematikan lagi, tapi kepala sekolah juga di ikuti pria muda tampan, semua murid wanita melongo terbuai ketampan pria itu yang nyaris sempurna. kepala sekolah itu mengenalkannya sebagai Guru Matematika sementara yang baru karena guru yang lama akan pindah mengajar. Syukurlah, tapi sepertinya San Hee sedang kehilangan fokusnya ia terus saja menunduk dan mengumpat ia belum tersadar bahwa ada kepala sekolah dan guru baru telah berdiri di depan kelas, beberapa kali Yu Na mencoba menyikut San Hee.

“San Hee ah” Yu Na masih mencoba menyadarkan San Hee dengan Cara menyikutnya, kali ini sikutan Yu Na cukup keras hingga San Hee terperanjat dibuatnya.

“Ahhh” San Hee terperanjat dari bangkunya dan juga berteriak hingga ia menjadi bahan tawa teman-temannya, wajah San Hee memerah karena malu apalagi setelah kepala sekolah memarahinya dan setelah itu saat San Hee menatap seseorag disamping kepala sekolah tanpa berkedip lagi-lagi Yu Na menyikutnya, San Hee pun merasa malu bercampur bahagia lalu ia duduk kembali.

‘Dia guru Matematika ku?’ ucapnya dalam hati saat guru tampan bernama Cho Kyuhyun. lebih tepatnya dia sangat tampan hingga membuat San Hee terus menantapnya tanpa berkedip bahkan San Hee sama sekali tidak memperhatikan apa yang sedang di terangkan oleh guru Cho Kyuhyun.

‘Oh My God I Love my teacher’ seperti itulah pikiranya ia tersenyum sendiri Yu Na bahkan menggelengkan kepalanya benar-benar aneh.

‘Lihat Guru Cho Memandangku’ ucapnya dalam hati sambil terus menampakan senyumnya

‘Dan sekarang ia mendekatiku Oh my God’

“Lee San Hee!”

‘Apa? Apa dia sekarang memanggilku?”

“Lee San Hee?” sampai pada akhirnya Guru Cho Kuhyun menaikan sedikit nada suaranya untuk menyadarkan gadis aneh yang dari tadi hanya senyum-senyum sendiri, akhirnya San Hee berhasil di sadarkan.

“Iya Guru” San Hee tersadar dari lamunanya

“Tolong kerjakan tugas di depan?” perintah sang guru tampan itu.

Sepertinya San Hee bingug karena ia tidak tahu apa yang diajarkan Cho Kyuhyun tadi

“Ah…??? Aku… ba.babaiklah” dengan sedikit ragu San Hee melangkah menuju papan tulis putih dengan memegang spidol, tangan kirinya mulai menggaruk-garuk bagian kepala belakangnya yang tak gatal, wajahnya seperti orang yang tidak tahu harus apa, perlahan ia membuka tutup spidol itu bahkan rasaanya tutup spidol itu seperti terlem dengan spidolnya San Hee kesulitan membukanya, dan lagi-lagi itu menjadi hiburan untuk teman-temanya, San Hee hanya bisa menahan malu.

Cho Kyuhyun dengan baik hati ia membukakan tutup spidol untuk San Hee, sangat mudah baginya tapi kenapa dengan gadis itu apa karena dia bingung harus berbuat apa hingga membuka sesuatu yang mudah seperti itu saja seperti akan mengangkat bongkahan batu yang besar. San Hee menempelkan ujung spidol itu ke papan tulis, dan

“Maafkan aku Guru tapi aku tidak tahu jawabanya.. hehehe” San Hee tidak dapat mengerjakan soal itu dan ia malah tertawa bingung.

“Bagaimana soal semudah ini tak bisa kau kerjakan, apa kau tidak memperhatikan pelajaranku?” Kyuhyun mengeluarkan kata-kata pedas dan membuat San Hee hanya menunduk.

“Sudahlah, kembali ketempat dudukmu” San Hee kembali ketempat duduk dengan rasa malu, ternyata guru yang ia sukai itu memiliki mulut yang menyebalkan.

‘semua orang juga tahu kalo aku ini sangat payah dalam mata pelajaran Matematika’ batin San Hee.

Walaupun San Hee dimarahi Kyuhyun atas kejadian tadi tapi tetap saja gadis itu tidak memperhatikan pelajarannya kedua bola mata itu tak berkedip terus memandang betapa tampannya Kyuhyun saat mengajar.

Jam belajar telah berakhir guru tmpan Cho Kyuhyun pun sudah tak lagi ada, San Hee melamun dan sesekali tersennyum ringan. San Hee tersenyum membayangkan Kyuhyun yang mengajar dan membalas senyum gadis itu.

“Yu Na apa kau lihat Guru Cho tersenyum begitu manis padaku” ujar Kim Hyo Na teman sekelasnya pada Yu Na

“Kau benar apalagi tatapanya itu sungguh membuatku merasa melayang” Jawab Yuna


Setelah cukup lama waktu berlalu San Hee semakin larut dalam cinta mustahilnya, yang awalnya ia sangat membenci Matematika lambat laun ia akan mulai mencoba menyukai pelajaran yang paling dibencinya bukan karena gadis itu mulai tertarik pada pelajarannya kalian pasti sudah tahu jawabanya.. Yapp… semua ini karena Cho Kyuhyun seorang Guru muda yang tampan, cerdas dan yang pasti dia memang sangat sempurna, San Hee pun tak pernah sekalipun bolos dalam pelajaranya bahkan ia semakin rajin dalam mengerjakan tugas-tugas. Apa mungkin gadis itu sedang ingin mencari perhatian sang guru? Oh pasti demi itu, tapi entahlah hanya hati San Hee lah yang mengerti perasaannya.

San Hee sedang asik sendiri menatap layar ponselnya, sesekali sudut bibirnya tertarik membentuk sembuah lengkungan manis yang disebut sennyuman. Ibu jarinya menyentuh dan menggeserkan layar handphonenya dan memuat gambar baru, oh ya tuhan pantas saja San Hee tersenyum seperti itu apa yang di lihat di layar ponsel itu ternyata foto-foto guru favoritnya foto itu diambil diam-diam ketika Kyuhyun mengajar. Cho Kyuhyun apa kau tahu gadis ini benar-benar menggilaimu.

 

San Hee pergi keluar kelas dan berjalan menuju kantin dimana Yu Na sudah menunggunya untuk makan bersama, tanpa disengaja San Hee berpapasan dengan Cho Kyuhyun, San Hee tersenyum senang ia menyelipkan rambut sebelahkanan kebalik telinganya. Oh Ya tuhan Hati San Hee sepertinya akan meledak jatungnya pun seperti ingin keluar dari tempatnya tak kuasa menahan debaran saat Guru Cho Membalas senyumannya. San Hee kemudian membungkuk 45 derajat memberi hormat kemudian keduanya saling berlalu.

 

“Apa yang kau lihat” Ucap San Hee saat sampai dimeja kantin yang terdapat Yu Na tengah menatap focus pada sesuatu

“Guru Seohyun” jawab Yu Na dan San Hee pun ikut melirik seorang Guru wanita bernama Seohyun.

“Ada apa dengan Guru Seohyun?”

“Benar-benar sempurna” jawab Yu Na yang masih saja dengan tatapan kagum.

“Apa maksud mu?” San Hee menyuapkan makanan yang telah tersedia karena sudah dipesan oleh Yu Na untuknya.

“Apa kau tidak tahu kalau, Guru Bahasa Inggris yang sangat cantik, cerdas dan muda itu berpacaran dengan Guru Cho”

Pranggg sebuah sendok jatuh dari pegangan San Hee bahkan San Hee pun sampai tersedak.

“Kau kenapa?” Tanya Yu Na cemas sambil menepuk-nepuk tengkunk San Hee.

“Tidak, aku tidak apa-apa”

 

Tak lama kemudian sosok yang tengah dibicarakan itu muncul, Cho Kyuhyun muncul dan duduk bersama Guru Seohyun, sungguh mereka terlihat sangat dekat dan akrab, membuat mata San Hee begitu panas dan terasa sesak di dadanya.

“Aku pergi dulu” tak kuasa menahan kesesakan atas apa yang terjadi San Hee bangkit dan meninggalkan Yu Na bahkan makananya saja belum habis setengahnya.

“Kau mau kemana?” Yu Na merasa bingung dengan sikap San Hee belakangan ini

“Ya sudahlah kalau begitu ini untukku” Yu Na mengambil makanan yang belum dihabiskan oleh kawanya itu.

 

Petang telah menjemput, langit cerah telah merubah warnanya menjadi gelap pekat ada beberapa bintang yang menempel pada langit itu. San Hee baru saja pulang dari sekolahnya dengan tas yang menempel dipunggungnya ia berjalan menunduk kesal atau cemburu itulah yang tengah ia rasakan. Ia kemudian mampir ke Toko Ice Cream dan memesan Ice Cream Coklat favoritenya, Suasana Sore menjelang malam ini lah merupakan hal tepat baginya untuk membeli Ice cream kesukaannya sebagai obat dari kegelisahanya. Tak lama kemudian ice cream yang ia pesan telah sampai di mejanya. Satu suapan dua suapan ice cream itu cukup menenangkan hati gadis ini.

“Apa yang sedang kau lakukan?” ucap seseorang yang melihat San Hee menyatap ice cream sedang menundukan kepalanya, suara itu benar-benar tak asing ditelinga San Hee.

“O Guru Cho, apa yang sedang anda lakukan disini?”

“Membeli sesuatu, kenaapa kau tidak langsung pulang? Tak baik seorang pelajar pulang terlalu malam”

“ aku hanya ingin makan Ice cream saja, setelah selesai aku akan pulang”

“Baiklah kalau begitu aku akan pergi” Kyuhyun pun berlalu sambil mengenggam dua Ice cream di tangannya.

“2 Ice cream?” San Hee mendengus “ Pasti mereka sedang berkencan” tebaknya kesal pada Kyuhyun tak lupa dengan Seohyun.

 

Sepulangnya dari toko Ice cream, San Hee bersenandung ringan hanya untuk sekedar melupakan rasa kegalauan yang bersemayam di lubuk hatinya, tapi diantara senandungan itu masih terbesit saja wajah tampan Kyuhyun guru bahasa inggris yang membuatnya gila.

“Yaaaaakkkkkk Guru Cho, kau gila… kau gillaaaa…. Kau benar-benar membuat ku gila” San Hee berteriak terdengar kata makian pada Cho Kyuhyun tapi yang ia maksud adalah dirinya sendiri San Hee mengerang dan mengacak-ngacak rambutnya Frustasi.

“Ehemmm,,, Kenapa dia membuatmu gila?” Tanya seseorang dibelakangnya. San Hee membalas tanpa jeda sambil terus mengerang tak memperdulikan siapa yang orang bertanya itu.

“Aku menyukainya, dan aku gila telah menyukainya, dia membuatku gila” dan pada akhirnya dengan mulut masih menganga San Hee tertohok kaget super kaget saat menengok kebelakang untuk melihat siapa yang sudah bertanya padanya itu.

‘Astaga’ gila hari ini mungkin akan jadi hari paling memalukan untuk San Hee, Kyuhyun guru yang ia sukai tepat ada di hadapannya

Kyuhyun mulai berjalan mendekati gadis yang tengah dirudup rasa malu hingga kepalanya terasa berat untuk terangkat ia hanya bisa menahan malu yang sangat amat menyengap membuat pori-pori diwajahnya tertutup membuat wajah manis itu terasa panas dan memerah bak kepiting rebus, Kyuhyun melangkah selangkah demi selangkah San Hee mundur seiring mendekatnya Kyuhyun.

 

“Aku akan berpura-pura tak pernah mendengarnya” Kyuhyun berbisik di telinga San Hee dan mengukir seringai iblis di wajahnya, gadis itu hanya menunduk menahan rasa malu yang membuatnya ingin mati saat ini juga.


Kyuhyun tengah berkutat dengan kertas-kertas ulangan harian yang harus ia periksa, kaca mata minus membingkai matanya, pria itu terlihat seribu kali lebih tampan. Ujung bibir Kyuhyun tertarik melengkung dan tercipta sebuah senyuman di wajahnya saat memeriksa hasil ulangan Lee San Hee. Lihat gadis itu hanya mendapatkan nilai 30.

“Bodoh, gadis bodoh apa kau tidak mengingatku Lee San Hee?” gumam Kyuhyun. Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan melihat poto dirinya saat masih remaja dan disebelahnya seorang gadis kecil yang sedang memegang boneka beruang. Kyuhyun tersenyum dan terkekeh mungkin dikepalanya tengan terputar kenangan yang menyenangkan.


“Uwahhh San Hee, Nilai bahasa inggrismu selalu sempurna, kau dapat nilai 100, kau sangat Jenius” Puji Yu Na

“Ah itu biasa..” Jawab San Hee sambil menaikan bahunya

“Tuhan itu memang adil” ujar Kim Tae Hyung

“Yakkk… Kim Tae Hyung apa maksudmu?” San Hee merasa tersinggung dengan perkataan Tae Hyung, San Hee tidak pernah akur dengan Tae Hyung..

“Kau mungkin memang unggul dalam pelajaran Bahasa Inggris, tapi Matematikamu nol besar” ucap Tae Hyung penuh penekan.

“Yakkk… apa kau mau mati?”

“Yakk Kim Tae Hyung, kenapa kau selalu cari gara-gara, apa kau iri padanya?” Tanya Yu Na pada Tae Hyun.

“Apa? aku iri pada gadis gila ini, terkutuklah aku”

“Yakk Kim Tae Hyung siapa yang gadis gila huh” San Hee tersulut emosi ia menyingsingkan lengan bajunya bersiap untu menghajar Tae Hyun, Tae hyun menjulurkan lidahnya dan berlari San Hee mengejar Tae Hyun sambil berteriak dan mengumpat, San Hee mengejar TaeHyun hingga sampai di taman sekolah.

“Kau sebut apa aku tadi? Gadis gila, ya Kim Tae Hyun akan ku pastikan kau menyesal dengan ucapanmu” San Hee memiringkan senyumannya ia menatap tajam Tae Hyun.

“Benarkah? Kau akan membuatku menyesal karena memanggilmu gadis gila, bagaimana caranya Huh” Tae Hyun mendekati San Hee terus mendekatinya , San Hee tak gentar ia juga balas maju mendekati Tae Hyun.

“Ahh Annyeonghaseyo Cho ssaem” tiba-tiba Tae Hyung membungkuk.

“Yakk Tae Hyung aku tidak akan tertipu dengan mu, tidak ada siapa-siapa disini” ujar San Hee mengira Tae Hyung sedang menipunya dengan mengatakan bahwa Guru Cho ada dibelakangnya.

“Ehemmm” namun tiba-tiba suara deheman mengagetkan San Hee hingga ia terperanjat.

“Ahh.. kau membuatku terkejut….. oppppsss Jusunghamnida seongssaengnim” San Hee menutup mulut dengan kedua tangannya untuk kesekian kalinya ia merasa malu pada pria yang ia kagumi Cho Kyuhyun.

“Sedang apa kalian disini? Apa kalian tidak mendengar suara bel?” suara Kyuhyun terdengar begitu dingin dan menakutkan.

“Ah Jusunghamnida seonssaengnim kami akan segera kembali ke kelas” Tae Hyung menarik lengan San Hee untuk kembali ke kelas mereka, namun tiba-tiba Suara Kyuhyun menghentikan langkah mereka.

“Lee San Hee” panggil Kyuhyun


Lee San Hee P.O.V

“Lee San Hee” panggil Kyuhyun

Deg ya tuhan dia memanggil namaku.

“Nde Cho seongssaengnim?”

“Kudengar kau dapat nilai 100 untuk ulangan Bahasa Inggris”

“ah iya benar”

“Tapi kau dapat nilai 30 dipelajaranku”

“Ndeeee???” ya kenapa dia membicarakan nilaiku di hadapan Kim Tae Hyung lihat laki-laki itu sekarang sedang menahan tawanya, dia pasti akan mengejekku nanti, awas saja kalau dia mengejekku.

“Kau ikut aku sekarang”

“Baiklah”

Kyuhyun membawaku ke ruang guru, disana aku mendapat banyak ceramah darinya ya ampun ternyata pria setampan dia bawel juga, dia menyuruhku untuk belajar lebih giat lagi dan memberikanku buku pendamping menurutnya buku ini bisa membantu agar lebih mudah belajar, dia juga memberikan tugas tambahan untuk memperbaiki nilai ulanganku yang jelek.

 

Malam ini aku akan pergi ke toko buku aku ingin membeli sebuah novel favoritku juga untu membeli buku-buku yang bisa membantuku dalam belajar.

Ya ampun bukannya aku akan membeli buku pelajaran juga, kenapa semua yang aku bawa hanya novel dan komik ckckck aku pun kembali ke rak khusus untuk buku pelajaran tapi buku yang aku cari terdapat di rak paling atas, meski aku menjinjit tetap aku tidak bisa meraihnya, namun tiba-tiba seseorang membantuku dari belakang , dia mengambilkan buku itu dan memberikannya padaku, aku berbalik dan membungkuk untuk berterima kasih.

“terimaka….” Ucapanku menggantung aku terkejut dengan siapa yang membantuku, ya tuhan Guru Cho, apa benar dia Cho Kyuhyun dia hanya memakai kaos putih dan celana jeans. sangat tampan.

“Cho seonssaengnim” lirihku tak percaya, aku menatapnya tak percaya, bagaimana kita bisa bertemu dengan cara seperti ini, dia terlihat seperti anak muda saja jika dia berpakaian seperti ini mungkin usianya baru 20 tahun ckckck. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri.

“Kau kenapa?” tanyanya mungkin dia bingung denganku saat ini.

“Ah, tidak ssaem,ssaem emm sedang apa anda disini?” Tanyaku formal dan tentunya sedikit gugup.

“Apa kau pikir seseorang yang pergi ke toko buku akan membeli roti” jawabnya dingin sambil memilih-milih buku.

“Ahh anda benar, seharusnya aku tidak bertanya seperti itu, maaf”

Pria itu sama sekali tak bergeming hanya berkutat pada buku yang ia baca.

“Emm kalo begitu, saya permisi dulu”

“Lee San Hee”


“Lee San Hee” Kyuhyun memanggil nama San Hee menghentikan langkah gadis itu. San Hee pun berbalik menatap wajah Kyuhyun mereka berdua saling menatap.

“Apa kau tidak mengingatku?” Tanya Kyuhyun, San Hee mengerutkan dahi bingung apa yang di maksud Kyuhyun.

“Lee San Hee, Apa kau tidak mengingatku?” ulang Kyuhyun penuh penekanan disetiap kata.

“Maaf? Apa yang anda bicarakan?”

Kyuhyun hanya tersenyum, San Hee semakin bingung tak mengerti arti dari senyuman itu.


“Yakkk…… jadi kau Oppa cengengku”

Di tengah keramaian jalan San Hee berteriak dan melompat senang, membuat orang-orang melihat ke arahnya, setelah dari toko buku Kyuhyun dan San Hee jalan bersama.

“Apa.. Oppa cengeng ? aku bukan oppa cengeng” bentak Kyuhyun tak terima

“Ahhh sulit dipercaya… kau dulu sering menangis.. jadi kau oppa cengeng”

“Berhenti memanggilku seperti itu, aku ini gurumu, kau ingin aku mengurangi point mu”

“hahaha aku tidak peduli, bagaimana bisa kau mengenali ku, aku yakin sudah lebih dari 10 tahun kita tidak bertemu” San Hee menangkup wajah Kyuhyun

“Ya lepaskan” Kyuhyun menyingkirkan tangan San Hee dari wajahnya

“hahaha maaf”

“Ya ssaem apa kau ingat dulu kau ini anak yang sangat nakal saat remaja kau selalu membuat orang kesal, tapi orang-orang tidak tahu bahwa kau ini anak yang sangat cengeng”

“ya, aku ingat.. dan kau satu-satunya anak kecil yang mengetahuinya.. menyebalkan” kyuhyun mengatakannya sambil tertawa pelan

“Kau sering menangis karena banyak hal yang kau takuti, kau takut kecoa, takut anak anjing, takut petir, takut gelap, dan kau takut saat sendiriian..”

“Dan kau anak kecil yang suka membuatku ketakutan.. ya ya aku ingat semuanya… sudahlah jangan bicarakan lagi itu memalukan” ujar Kyuhyun dan San Hee tertawa puas..

Ssaem?”

“Saat hanya kita berdua saja, kau tidak perlu memanggilku seperti itu” Kyuhyun menatap San Hee , San Hee menggaruk kepala belakangnya yang sama sekali tidak gatal, pipi gadis itu merona.

“Kapan kau kembali? Kenapa kau bisa tahu ini aku”

“1 bulan yang lalu, rasanya ini memang takdir, saat pertama kali aku melihatmu di sekolah aku tahu itu dirimu, dan bagaimana bisa kau tidak mengingatku”

“Ahh iitu… i..itu.. aku minta maaf”

“Hmmm kau sangat manis” ucap Kyuhyun membuat suasana menjadi canggung

Kyuhyun dan San Hee hanyut dalam diam, kecanggungan menyelinap dalam diam, San Hee menunduk ia rasa wajahnya mulai panas semu merah merona terlihat dikedua pipinya.

“Walau bagaimanapun aku akan bilang Hai Oppa Cengeng Selamat datang kembali di Korea”

San Hee dan Kyuhyun saling bertukar cerita mereka duduk berdua di pinggir air mancur taman. San Hee bercerita bahwa dulu saat Kyuhyun tiba-tiba pergi sekolah keluar negri San Hee menangis siang dan malam gadis itu sampai meminta untuk sekolah keuar negri. Mereka berdua hanyut dalam tawa membahas masa kecil mereka yang penuh kenangan.

11 tahun yang lalu Keluarga San Hee pindah dari Incheon ke Seoul rumah baru San Hee bertetangga dengan rumah Kyuhyun. Saat itu San Hee masih berusia 6 tahun dan Kyuhyun 13 tahun, San Hee juga punya seorang kakak laki-laki bernama Lee Hyuk Jae selisih 2 tahun dengan Kyuhyun.. Lee Hyuk Jae selalu bertengkar dengan Kyuhyun.. Kyuhyun selalu mengejek kakaknya Hingga San Hee kecil memarahi Kyuhyun menggigit lengan Kyuhyun membela kakaknya, ya dulu Kyuhyun adalah anak yang nakal dan tidak sopan tapi dia anak yang sangat berprestasi. Seiring berjalannya waktu Lee Hyuk Jae dan Kyuhyun menjadi teman yang sangat akrab tapi San Hee membeci keakraban Kakaknya dengan Kyuhyun, Saat itu San Hee kecil tahu apa saja yang ditakuti Kyuhyun ia dengan sengaja menakuti-nakuti Kyuhyun dengan kecoa Kyuhyunpun menangis sesegukan, Kyuhyun memang selalu bersikap berlebih apabila berhadapan dengan yang ditakutinya, setelah sekian lama San Hee kecil pun menjadi dekat dengan Kyuhyun, Kyuhyun selalu menjadi kakak pengganti apabila Lee Hyuk Jae tidak disampingnya, Saat itu San Hee kecil menangis karena temannya merebut boneka beruang kesayangan San Hee Kyuhyun memarahi anak kecil yang membuat San Hee menangis… dan satu tahun kemudian Keluarga Kyuhyun memutuskan pindah ke Jepang saat itulah Kyuhyun dan San Hee berpisah sekian lama dan bertemu kembali hari ini.


 

“San Hee-ahhhhh” teriak Yu Na berlari di lorong sekolah mengejar San Hee, beberapa kali Yu Na berteriak memanggil gadis itu, namun ditelinga gadis itu terpasang earphone dengan music yang cukup keras hingga ia tak menghiraukan panggilan Yu Na

“Yakkk, San Hee-ahh” Yu Na menepuk keras pundak San Hee, gadis itu sangat terkejut sampai menahan dadanya rasanya jatungnya akan copot karena ulah Yu Na yang mengagetkannya.

“Yakkk Kim Yu Na, kau ingin membuatku mati?” ujar San Hee bertolak pinggang.

“Itu karena aku sudah memanggil beberapa kali, kenapa kau tidak mendengarku?”

“Ah Mian itu karena aku sedang mendengarkan musik” San Hee memasang kembali earphonenya dan bersenandung ringan, Yu Na tersenyum geli melihatnya.

 

San Hee dan Yu Na Jalan bersama menuju kelas, di arah yang berlawanan San Hee melihat Kyuhyun dengan buku-bukunya San Hee tersenyum senang saat melihat Kyuhyun.. Saat mereka berpapasan Yuna Membungkuk hormat pada Kyuhyun namun San Hee menyapa Kyuhyun dengan melambaikan tangannya.

“Oppa” ujar San Hee saat kyuhyun tepat melewatinya, Kyuhyun sama sekali tak menghiraukannya membuat San Hee begitu malu, kenapa Kyuhyun berpura-pura tak mengenalinya batin San Hee, Yu Na terbelalak saat San Hee malah memanggil Pria itu dengan ‘Oppa’ bukannya membungkuk.

“Kau sakit ya?” Yu Na meraba kening San Hee menyamakan suhu dengan meraba keningnya sendiri.

“Kurasa kau tidak sakit, tapi kau gila” Yu Na menggelengkan kepalanya, San Hee menepis tangan Yu Na sebal.


Didalam kelas San Hee tertidur saat pelajaran Kyuhyun, entah kenapa dia sangat mengantuk saat ini, ini kebiasaan San Hee jika sedang kesal, San Hee Kesal pada Kyuhyun tadi pagi karena berpura-pura tak mengenalnya dan mengacuhkannya. Kyuhyun yang melihat San Hee tertidur langsung menghampirinya, Yu Na yang melihat Kyuhyun datang dengan segera menyikut San Hee untuk membangunkannya.

Yakk wae…???” bentak San Hee pada Yu Na, semua teman dikelasnya menatap kearah San Hee, dan Yu Na hanya menunjukan kehadiran Kyuhyun dengan matanya.. Saat melirik Kyuhyun Yu Na menampakan wajah malu, ia menggaruk tengkuknya dan meminta maaf karena telah tertidur tapi Kyuhyun memanglah seorang guru yang tegas ia tidak akan membedakan San Hee dengan murid lainnya hanya karena ia mengenal San Hee.

“Jika kau ingin tidur, tidurlah dirumahmu” kata-kata Kyuhyun membuat San Hee mendengus sebal.

“Pergi ke kamar mandi dan basuh wajahmu” titah Kyuhyun pada San Hee, San Hee menuruti perintah Kyuhyun dan keluar dari kelas.

Tae Hyung menemukan ponsel San Hee tergeletak di lantai jatuh, Ponsel itu tersenggol saat San Hee berdiri dari bangkunya hendak keluar pergi ke kamar mandi, Saat Tae Hyung melihat ponsel San Hee ia menemukan beberapa Foto Kyuhyun yang diambil secara diam-diam ketika sedang mengajar, Tae Hyung hanya diam saat melihat foto itu namun dengan lancang teman sebangku Tae Hyung yang juga tak sengaja melihat isi ponsel San Hee, mengambil ponsel San Hee dari tangan Tae Hyung kemudian memperlihatkannya kepada semua orang di kelas itu.

Cho seongssaengnim lihat lah ini, gadis aneh itu menyukai anda” ujar salah seorang murid wanita dn memberikan ponsel San Hee berisikan foto tampan Kyuhyun ketika mengajar. Kyuhyun mengambil ponsel itu dan melihat beberapa foto dirinya di ponsel milik San Hee.

Setelah beberapa menit kemudian San Hee kembali dari kamar mandi semua orang di kelas itu telah berkerumun didekat Kyuhyun yang masih memegang ponsel milik San Hee, semua teman-teman San Hee menatap dirinya, San Hee bingung dengan tatapan itu, namun dengan segera San Hee tersadar saat Kyuhyun tengah memegang poselnya, San Hee berlari merebut ponselnya dari tangan Kyuhyun, San Hee kemudian meninggalkan kelas dengan perasaan kacau ia sangat malu.

Saan Hee duduk dibangku taman sekolah ia menatap ponselnya miris, San Hee menangis, ia tidak tahu kenapa ia harus menangis, tapi apakah ia salah jika ia menyukai gurunya sendiri bahkan mencintainya, bahkan ini tidak salah karena sebelumnya mereka bukanlah orang yang tidak saling mengenal. San Hee menunduk hingga beberapa tetesan air mata tak sadar telah terjatuh. Tiba-tiba seseorang berdiri dihadapannya San Hee mendongak melihat siapa yang ada dihadapannya, alangkah terkejutnya saat melihat seorang yang ia kagumi berada di depannya, ya Cho Kyuhyun tepat berdiri dihadapannya dengan mempesona, San Hee berdiri dan tiba-tiba Kyuhyun meraih tubuh San Hee kedalam pelukannya.

“Kenapa kau malah membolos di pelajaranku” bisik kyuhyun tepat masih memeluk San Hee, San Hee hanya tersenyum disela isakannya.

“Pointmu dikurangi” Kyuhyun melepas pelukannya dan tersenyum hangat pada San Hee, sedetik kemudian keduanya tertawa bersama.

 

The End….

 

Maaf ya kalo FFnya garing, atau jelek walau bagaimanapun aku hanya mencoba untuk menyalurkan hobby nulisku aja, jika ada masukan dan kritikan yang membangun silahkan post di kolom komentar, sebelumnya terimakasih banget udah sempet baca My Student Teacher. 🙂

Iklan

13 thoughts on “[FF One Shoot] My Student Teacher

  1. Ping-balik: One Shoot | Santime Fanfiction

  2. wahh critany keren butuh sequel ini,, wehh enak dong klo bolos cuma di hukum kyk gtu pas q sekolah klo bolos disuruh nyapu lapangan upacara ma ngarang 1500 kata hahaha jd ingat msa sekolah,,, oh iy salam kenal y tor

    Suka

  3. Hahah dasar sii taehyun jail bener et dah jgn2 sitaehyun suka lg sama san hee -,- ah ga nyangka mereka berdua slaing kenal atu sm lain

    Suka

  4. aku reader baru, ijin ubek ubek yah!
    ini ff pertama yang dibaca di wp ini, udah suka, tulisannya rapi ceritanya apik. tapi ntah kenapa ceritanya mirip sama MV apa ya lupa lagi yang modelnya Hyeri girlsday mungkin kebetulan ah pokoknya aku suka da

    Suka

    • Makasih ya sudah mampir ke blog ini 😊 tapi ini bukan kebetulan kok, FF ini memang terinspirasi dari MV NC.A yang judulnya juga sama kayak FF ini.. bisa dibilang ini FF MV Cover hehehe 😊

      Suka

  5. cerita dengan tema atau pemikiran baru yg pertama kali saya baca, murid yg menyukai gurunya unik, terus bagus bigitt, aku selalu bertrimakasih dengan author yg mau menulis ff. gomawo yo, dan tetap semangat.. aku pengen baca ffmu yg touch to kill. tapi di pw, boleh minta pwnya author? jujur aku adalah orang yg baru di dunia pembacaan ff 😀

    Suka

  6. komenanku yg aku ketik sebelumnya gk masuk ya. konsep ceritanya unik, bagus baru pertama kali aku bca cerita dgn konsep seperti ini. semangat author terima kasih sudah mau membuat ff, aku pengen baca ffmu yg touch to kill tapi di pw, 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s